Masariku Report 113:

 

Pemanasan Kembali Konflik di pulau Saparua

Minggu 22 Oktober 2000

Pagi subuh, sekitar pukul 06.00, terjadi upaya penyerangan kembali desa

Ullath (desa Kristen) oleh massa perusuh yang yang berangkat dari desa

Sirisori Islam. Penyerangan yang berlangsung hingga pukul 08.00 WIT

dilakukan dari arah jalan raya di sekitar perbatasan desa Ullath & desa

Sirisori Islam. Tidak seperti biasanya, penyerangan perusuh muslim hari

ini tidak bercirikan serangan mortir selain tembakan senjata otomatis. 

 

Laju serangan perusuh ternyata tidak berkembang karena berhasil ditahan oleh

blokade massa desa Ullath. Merasa tidak puas, kelompok perusuh yang

tadinya bergerak meninggalkan perbatasan desa Ullath kembali ke desanya,

kemudian bergerak lagi menuju ke desa tetangganya yakni desa Sirisori Amalatu dan

membakar lagi sisa gedung Gereja GPM di situ. Massa perusuh ini akhirnya

berhasil diblokade lagi oleh massa desa Sirisori Amalatu yang telah

berjaga-jaga di ujung desa Sirisori Amalatu, tepatnya di persimpangan

jalan baru yang menghubungkan desa Sirisori amalatu, desa Saparua dan jalan

menuju ke desa Tuhaha. Informasi sementara menyebutkan dalam konflik

ini, 1 aparat TNI dari satuan 403 diketahui tertembak.

 

Desa Sirisori Amalatu sejak dibumi-hanguskan, telah menjadi daerah

terbuka tak bertuan sejak ditinggalkan oleh para penduduknya karena kekuatiran

suasana ketidak-amanan menyusul terjadinya gesekan antara aparat Brimob

dan pasukan gabungan TNI di dalam desa tersebut. 

 

Akibatnya, desa Sirisori Amalatu kini berada dibawah kendali pengawasan 

45 personil dari satuan 403 yang selama ini bertugas di desa Sirisori Islam. 

 

Bedanya, aparat 403 tidak menetap atau membangun pos jaganya di desa Sirisori 

Amalatu. Mereka hanya mengadakan partroli di wilayah desa tsb. Sebelumnya, 

pada hari Jumat, 20/10, satu pleton Brimob yang berjumlah 38 orang diterjunkan ke

Saparua.

 

Satuan ini rencananya akan ditempatkan di wilayah Hatawano dan di desa

Saparua.

Terjadi kembali upaya penyerangan kelompok perusuh ke desa Ullath memang

telah diperkirakan sebelumnya sebab disamping desa ini sudah berulang

kali menjadi sasaran penyerangan kelompok perusuh, ada indikasi mobilisasi

massa laskar Jihad ke Saparua. Informasi dari Ambon menyebutkan bahwa tiga

hari sebelumnya, 19-21/10, terpantau suasana basis laskar Jihad di mesjid

raya Al-fatah terkesan lenggang alias kosong. 

 

Dugaan adanya mobilisasi laskar

Jihad keluar Ambon, semakin menguat setelah diketahui adanya mobilisasi

massa dengan menggunakan speed boat menuju desa Sirisori Islam di malam

hari sebelum pecahnya serangan hari ini. Mengantisipasi ancaman serangan

terhadap desa Ullath, warga desa Ullath mencoba membangun sistim

pertahanan desa. Menariknya lagi, ada 70 warga pria desa Ullath yang sudah

menyatakan diri bersedia mati demi mempertahankan desanya apabila mereka diserang.

                                      

Provided Masariku Network