Konflik Pecah di Ulat, Dua Luka Parah 

 

Laporan dari Ambon: Konflik Pecah di Ulat, Dua Luka Parah 24 Oct 2000 21:20:32 WIB TEMPO Interaktif, Ambon: Konflik antara warga kembali terjadi di Desa Ulat, Pulau Saparua, Maluku Tengah, Selasa (24/10), sekitar pukul 18.00 WITA. Akibatnya, dua warga sipil luka parah terkena terkena serpihan granat. Mereka kini dirawat RSU Saparua. Staf Ahli Posko Darurat Sipil Maluku, Drs John Somasoa, membenarkan insiden itu ketika dikonfirmasi TEMPO Interaktif. Menurut dia, insiden penyerangan itu dilakukan sejumlah massa yang datang dari arah Desa Sirisori. 

 

Namun, laporan yang diterimanya dari Polsek setempat belum merinci penyebab terjadinya insiden itu. Ia hanya menduga, konflik itu merupakan rembesan dari konflik yang terjadi sebelumnya di daerah itu. Sementara dari informasi warga setempat diketahui bahwa beberapa hari sebelumnya telah terjadi konsentrasi massa di Desa Sirisori. Hal itu juga telah diketahui aparat keamanan yang segera mengerahkan Pasukan Brimob dari Resimen I dan III serta Yonif 403 dan 407 Kostrad. 

 

Namun belum dapat diketahui apakah aparat segera berhasil mengendalikan suasana atau apakah ada pasukan tambahan yang diterjunkan di sana. Ny. dr Yohannis, warga Saparua, kepada TI melalui jaringan interlokal mengatakan bahwa suasana mencekam akibat insiden itu merembet sampai ke Kota Saparua. Alhasil, ibu-ibu dan anak-anak takut ke luar rumah. Sementara itu, dokter RSU Saparua, dr Yohannis Paranuan, belum bisa dikonfirmasi mengenai kondisi kedua korban itu. Ia tengah melakukan operasi terhadap mereka. Salah seorang staf rumah sakit mengatakan, kedua korban masih dalam kondisi kritis. 

 

(friets kelerly)