Maluku Hari Ini, 24-10-00 

 

Saparua Kembali Bergolak, Brimob Kristen Serang Siri-Sori Islam 

Saparua Kembali Bergolak, Brimob Kristen Serang Siri-Sori Islam Ambon, MHI (24/10/2000) Gerombolan milisi Kristen yang dibantu Brimob Kristen di Saparua, kec. Saparua, Kab. Maluku Tengah, hari Ahad (22/10/2000) pukul 10.00 WIT, kembali menyerang umat Islam di desa Siri Sori Islam. Namun Alhamdulillah, umat Islam selalu dalam keadaan telah siap siaga menghadapi kemungkinan serangan Kristen RMS setelah beredarnya isu akan terjadi penyerangan besar-besaran milisi Kristen RMS atas muslimin. Menanggapi isu tersebut, umat Islam lantas bersiaga dan akhirnya terjadilah pertempuran di sekitar perbatasan desa Siri Sori Islam dengan desa Ulath (Kristen). 

 

Serangan balasan umat Islam berhasil memukul mundur milisi Kristen RMS yang dibantu Brimob Kristen hingga melewati perbatasan Siri-Sori Islam dan Ulath. Serangan milisi Kristen RMS ini memanfaatkan momen adanya tenggang waktu penarikan aparat dari Siri Sori Islam atas perintah Dansektor Kol. A. Siswanto yang notabene beragama Kristen. Namun milisi Kristen mengira, ditariknya aparat keamanan dari wilayah Islam tersebut akan melemahkan kekuatan kaum muslimin, bahkan muslimin justru dapat memukul balik milisi RMS tersebut. Menurut informasi yang berkembang, ditariknya aparat gabungan dan aparat TNI AD Batalyon Infanteri 403 Yogyakarta dari Siri Sori Islam berkenaan dengan tewasnya 19 orang perusuh Brimob Kristen yang terkena penyisiran pada hari Rabu (11/10/2000) silam. Penyisiran itu dilakukan untuk mencari 3 orang personil kesatuan Yon 403 yang hilang diculik milisi Kristen RMS di desa Ulat, yang sampai saat ditulisnya berita ini, masih belum ditemukan. 

 

Dalam pertempuran yang memakan waktu hampir 2 jam ini, massa berhasil menghantam puluhan Brimob Kristen yang membantu gerakan moslem cleansing di P. Saparua tersebut. Adapun dari kaum muslimin dilaporkan seorang mengalami luka tembak di paha dan betis kanan. Ulah Dansektor Siswanto Penarikan aparat gabungan dan aparat Batalyon 403 Diponegoro atas perintah Dansektor Kol. A. Siswanto dari Siri-Sori Islam beberapa hari lalu, menunjukkan keberpihakan sang Dansektor kepada milisi Kristen RMS. Belum lama aparat keamanan Darurat Sipili diperintahkan Dansektor tersebut untuk melakukan sweeping di Siri-Sori Islam, kini Yon 403 harus meninggalkan desa Islam tersebut dengan meninggalkan 3 anggotanya yang diculik para milisi Kristen RMS di desa Ulath. Sementara Brimob Kristen tetap bercokol di Saparua dan semakin banyak jumlahnya. "Jelas ini suatu tindakan yang memihak. 

 

Kenapa desa Siri Sori Islam yang nyata-nyata dikepung dan diserang oleh puluhan desa Kristen di Saparua, senjata mereka malah disweeping. Sedangkan orang-orang Kristen yang melakukan penyerangan terhadap kaum muslimin tidak disweeping. Padahal pasokan senjata organik pada mereka sangat banyak", tandas ustadz Ja'far Umar Thalib. Beliau juga mempertanyakan tindakan aparat keamanan yang berat sebelah, lebih menguntungkan pihak Kristen dan merugikan kaum muslimin. Tindakan Dansektor Kol. A. Siswanto yang beragama Kristen itu bukan sebatas ini saja. Bahkan Kol. A. Siswanto berusaha membenturkan antara aparat TNI/Polri yang satu dengan lainnya. 

 

Seperti yang pernah terjadi di daerah Hative Besar saat terjadinya konflik beberapa waktu silam. Akibat ulahnya membenturkan aparat TNI AD Batalyon Kavaleri (Yonkav) 521 Brawijaya dengan TNI AD Batalyon Zeni Tempur (Zipur) 8, timbul ketegangan bahkan sempat terjadi bentrokan dan baku tembak. Lebih mengherankan lagi, aparat dari TNI AD Batalyon Lintas Udara (Linud) 733 yang mayoritas muslimin ada di Rindam daerah Suli Atas justru dilucuti senjatanya atas perintah Dansektor A. Siswanto. Atas pengakuan personil Yon Linud 733 sendiri, sekitar 1 kompi dari Linud akan dikirim ke Atambua, Timor Timur. "Bagaimana mungkin kita akan dikirim ke Timor Timur, sementara di Ambon sendiri keadaan masih belum kondusif?", kata aparat tersebut. Namun, aparat Brimob Kristen yang ada di SPN dan Air Besar Passo tidak dilucuti. Padahal telah nyata tindakan pembela RMS tersebut yang menyerang dan menembaki muslimin di Suli dan Tial, kecamatan Salahutu, Kodya Ambon beberapa waktu yang lalu. (hd) Copyright © 2000 Laskar Jihad 

                                      

Tempo, 24-10-00(2)