KERUSUHAN SARA MASIH TERUS BERGOLAK DI  SAPARUA

 

 Antara

 2000-10-26

 

 Thursday, October 26, 2000/11:57:35 AM

 

 Ambon, 26/10 (ANTARA) - Kerusuhan bernuansa SARA yang kembali terjadi

 di Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, sejak

 Selasa (24/10) lalu, dengan melibatkan warga Desa Sirisori Islam, Ulath

 dan Ouw, dilaporkan hingga Kamis siang, masih terus bergolak.

 

 Wakapolsek Pulau Saparua, Inspektur II Polisi, Hanock Suryalle, ketika

 dikonfirmasi, Kamis siang, membenarkan kerusuhan kembali

 terjadi Kamis dinihari sekitar pukul 03.00 WIT, setelah sehari

 sebelumnya tenang karena berhasil diredam aparat keamanan.

 

 Guna membantu mengamankan situasi di wilayah itu, pihaknya tengah

 berupaya untuk mengirimkan satu peleton Brimob dari Saparua,

 melalui laut, mengingat transportasi daratnya lumpuh total.

 

  "Kami sedang mencari angkutan untuk mengangkut pasukan tambahan itu

 yang diperkirakan akan ditempatkan di perbatasan antara

 Desa Ulath dan Sirisori Islam," katanya.

 

 Ia juga mengaku akan melaporkan perkembangan situasi serta

 langkah-langkah pengamanan yang telah dilakukan kepada Kadispen

 Polda Maluku, Asisten Superintendent Philips Jekriel, guna memperoleh

 petunjuk selanjutnya.

 

 Sementara itu, Kepala RSU Saparua, dr Johanes Paranuan yang

 dikonfirmasi secara terpisah, membenarkan terjadinya kerusuhan Kamis

 (26/10), di mana dilaporkan ada korban yang mengalami luka-luka, namun

 jumlahnya belum diketahui secara pasti karena belum ada

 yang dibawa ke rumah sakit tersebut.

 

 "Saya sudah memperoleh laporan kalau ada warga yang luka-luka dalam

 pertikaian tersebut, namun hingga siang ini belum ada yang

 masuk ke RSU, karena semuanya masih ditampung pada Puskesmas Pembantu

 (Pustu) di Desa Ulath," katanya.

 

 Pihaknya juga telah diminta untuk mengirimkan tambahan tenaga medis ke

 Pustu Desa Ulath, namun tidak bisa dipenuhi, mengingat

 tenaga yang ada pada RSU Saparua sangat terbatas yakni hanya sekitar

 tujuh tenaga media dan para medis.

 

 Hingga berita ini dilaporkan sekitar pukul 13.00 WIT, situasi dan

 kondisi di Saparua masih terus memanas, di mana masih terdengar

 rentetan tembakan senjata standar/organik, di samping bunyi senjata

 rakitan disertai ledakan motir, granat maupun bom rakitan

 

 Dari data yang ada, kerusuhan SARA di Saparua, Selasa (24/10)

 mengakibatkan sedikitnya 12 warga sipil mengalami luka-luka, di mana

 lima orang orang diantaranya masih menjalani perawatan intensif,

 sedangkan tujuh lainnya hanya menjalani rawat jalan.