Pertikaian Saparua Tewaskan 2 Orang
Jakarta - 26 Oct 00 17:32 WIB (Astaga.com)

 

Kerusuhan bernuasa SARA yang masih berlanjut antara warga Sirisori
Islam,
Ulath dan Ouw di Saparua, Kabupaten Maluku Tengah mengakibatkan anggota
Brimob, Prada Pol. Amir Efendy Burap tewas, Kamis (26/10).

Kepala RSU Saparua, Dr.Johanis Paranuan, ketika dikonfirmasi, Kamis,
mengatakan, Prada Amir yang meninggal dunia saat melerai kerusuhan
tersebut
telah dievakuasi dari Ulath, selanjutnya dibawa ke Ambon.

"Kami menerima laporan bahwa salah seorang warga Desa Ulath, Buang
Supusepa
(56), juga meninggal. Dua warga sipil lainnya yakni Rocky Risakotta
dan Markus Lean, yang terkena serpihan bom, tengah menjalani perawatan
intensif di RSU Saparua," katanya.

Ia mengisyaratkan, korban akibat kerusuhan tersebut bisa bertambah
jumlahnya
karena upaya mengevakuasi korban dari lokasi kejadian ke RSU Saparua
terbentur
masalah transportasi laut.

"Untungnya paramedis Puskesmas Pembantu di Ulath telah dibina untuk
menangani
korban yang luka sebelum dirujuk ke Saparua maupun Ambon," tutur
Paranuan.

Kapolsek Saparua, Senior Inspektur Pol. Ronny Nusamara, belum bisa di
konfirmasi karena menurut stafnya masih berada di lapangan.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Penerangan Darurat Sipil Daerah Maluku,
Drs. John Tomasoa, secara terpisah membenarkan adanya kerusuhan di
Saparua,
namun belum mengetahui jumlah korban yang jatuh.

Kami telah minta Kapolsek Saparua untuk melaporkan perkembangan
terakhir," katanya.(antara)