Source Harian Umum Siwalima Date 2000-09-19

BERITA HARIAN UMUM SIWALIMA

EDISI: Selasa, 19 September 2000 

 

Tanjung Wisata Ouw Saparua Telan Korban 

Dua Tewas, 4 Luka-luka 

Ambon, Siwalima 

 

Tragis! Sebulan colling down, Maluku kembali diterpa konflik di sekitar tanjung wisata Desa Ouw, Saparua, ketika Senin (18/9) pagi, muncul tembakan miste-rius yang diarahkan ke motor Pok-pok tujuan Seram, dan me-ne-waskan anggota Brimob, Prada Baharuddin dan seorang warga sipil. Pun mencederai anggota Brimob lainnya, Prada Siagian hingga terjatuh di laut. 

 

Informasi yang berhasil dihim-pun dari wartawan Siwalima, Nus Latekay di Masohi semalam melaporkan, berdasarkan ketera-ngan Kapolres Maluku Tengah (Malteng), Superintendent Drs Kadir Prayitno, menyebutkan, peristiwa naas itu dipicu oleh tem-bakan misterius ke arah sebuah motor Pok-pok dari Siri-sori Islam, Saparua menuju se-buah daerah di Pulau Seram. Me-ngingat cuaca laut yang kurang bersahabat lantaran diterpa badai gelombang, motor Pok-pok tu-juan Seram tersebut, terpaksa mem-banting haluan menyisir perairan sekitar Tanjung Ouw, Desa Ouw yang selama ini men-jadi tempat wisata. Sialnya, tanpa diduga terdengar beberapa kali bunyi tembakan dari arah gu-nung di sekitar Tanjung Ouw.

 

Kontan saja Prada Baharuddin tertembus timah panas di bagian kepala dan jatuh tergeletak di atas motor Pok-pok. Rentetan tembakan juga menewaskan seorang warga sipil. Sementara, anggota Brimob lainnya, Prada Siagian, mengalami luka-luka, dan kini dirawat di salah satu Rumah Sakit di Saparua. 

Dilaporkan, Prada Siagian sempat terjatuh ke laut dan ber-hasil diselamatkan.

 

Peristiwa yang berlangsung tiba-tiba itu, ternyata tersiar luas ke beberapa daerah, diantarnya Sirisori Islam dan Kota Masohi. 

Lantaran itu, konsentrasi massa di daerah Sirisori Islam pun tak terhindarkan. Kendati belum mengetahui secara pasti siapa sesungguhnya penembak misterius, massa Sirisori Islam akhirnya melancarkan serangan ke perbatasan Desa Ulath, Sapa-rua dan berhasil membakar se-buah pos jaga Brimob di per-bata-san Desa Ulath – Sirisori Islam. 

 

Hingga berita ini diturunkan belum diketahui berapa korban jiwa yang jatuh dalam pertikaian lanjutan itu. Hingga pukul 17.00 WIT masih terdengar bunyi leda-kan bom dan sejumlah rumah telah hangus dilalap api. 

 

Masohi Terkena Imbas

 

Sebaliknya di Kota Masohi, peristiwa tragis di Tanjung Ouw itu akhirnya merambat ke Ma-sohi, bermula aksi penghada-ngan dan pelemparan terhadap sebuah mobil di kawasan La-sane, sekitar daerah pasar. Pun, penghadangan ter-hadap se-orang tukang ojek, Yoppie Huli-selan. 

 

Setelah dicegat, Huliselan dibacok di bagian kepala dan me-ngalami luka tusuk pada sekujur tubuhnya. Begitupun seorang murid SD Negeri Soahoku, Tho-mas Rianikway (11) yang digon-ceng Huliselan, menjadi korban amuk massa. Tangan kiri Thomas Rianikway dipotong dan kepala-nya dipukul dengan benda keras. Huliselan dan Rianikway kini dirawat di sebuah klinik di Masohi. 

Informasi yang dihimpun Siwalima menyebutkan klinik tersebut kini dijadikan sebagai rumah sakit alternatif.

 

Selain kedua korban tersebut, seorang warga masyarakat, Marthen Tahapare (38) pun kini sedang dirawat di rumah sakit alternatif tersebut setelah dalam peristiwa yang sama menderita luka serius akibat bacokan benda keras di kepalanya, sedangkan tangan kirinya dipukul hingga patah tulang. 

 

Kendati begitu pantauan Siwa-lima di Kota Masohi hing-ga sore kemarin, tampak situasi keamanan mulai normal walau-pun masih terdengar ledakan bom secara sporadis. Pihak apa-rat keamanan tetap bersiap siaga di sepanjang wilayah perbatasan Islam-Kristen. 

 

Kapolda Benarkan 

 

Sementara itu, Kapolda Ma-luku, Brigjen Pol Firman Gani yang dikonfirmasi pertelpon ke kediamannya, Mangga Dua, tadi malam mengakui tewasnya Prada Baharuddin. 

Mengutip keterangan bawa-hannya, Prada Siagian yang kini sementara dalam perawatan di sebuah rumah sakit di Saparua, Kapolda Firman Gani menga-takan, tembakan itu dilepaskan secara tiba-tiba dari sebuah dae-rah kosong yang berada di se-kitar Desa Ouw. 

 

"Diperkirakan tembakan itu datangnya dari daerah kosong, bukan dari pemukiman penduduk setempat. Dengan melihat korba-nya dari kalangan Muslim. 

Menyinggung kondisi terakhir di Masohi dan Ulath, mantan Koman-dan Brimob ini menga-takan sejak Senin sore kemarin situasinya telah dikendalikan aparat keamanan yang bertugas di kedua wilayah konflik ter-sebut. 

 

Kapolda mengakui, berdasar-kan informasi yang diperoleh-nya, buntut dari amuk massa mengakibatkan, sejumlah rumah di masing-masing pemukiman hangus terbakar. 

 

Sementara, staf Posko Darurat Sipil yang dikonfirmasi Siwa-lima, hingga pukul pukul 01.00 WIT tadi malam ternyata masih menunggu laporan kronologis kejadiannya beserta data-data kerusakan dari Muspika Saparua. 

 

"Muspika sementara ini ke lokasi kejadian dan belum mela-porkan hasilnya,"kata salah seorang staf Posko Darsi dari balik gagang telpon. (eda/lai)