(alleen gedeelte over Saparua)
berita harian umum siwa lima 27 oktober
Negeri Beilohi Diserang, 4 Aparat dan 1 warga Tewas, 2 Luka-luka

4 Speed Angkut Perusuh ke Sirisori Islam

Ambon, Siwalima

Pulau Saparua memang tak pernah luput dari sasaran para perusuh. Setelah
berhasil meng-gempur Sirisori Amalatu rata dengan tanah beberapa waktu
lalu, para perusuh dari Sirisori Is-lam dan sekutu-sekutunya kembali
merangsek ke negeri Bei-lohi (Desa Ulath) dan desa Ouw, Kamis (26/10)
subuh.

Sumber terpercaya Siwalima dari Saparua menyebutkan, para perusuh
memulai aksinya ke desa Ulath dan Ouw sejak pukul 04.00 WIT dinihari
kemarin. Na-mun penyerangan itu mendapat perlawanan keras dari kedua
war-ga masyarakat Ulath dan Ouw dibantu aparat keamanan se-hingga niat
bejat para perusuh itu tidak membuahkan hasil.

Sumber itu menuturkan, para perusuh dari Sirisori Islam yang berjumlah
ribuan orang dileng-kapi senjata organik, mortir dan bom-bom rakitan
tersebut ber-upaya menggempur desa Ulath dan desa Ouw pada Kamis su-buh
itu. Namun masyarakat Ulath dan Ouw yang hanya me-lengkapi diri dengan
perlengka-pan senjata tradisional, mampu memukul mundur ribun perusuh
itu, setelah bertahan sekitar 11 jam, yakni dari jam 04.00 pagi WIT
hingga pukul 15.00 WIT sore kemarin. Dikatakan, meski pe-nyerangan para
perusuh itu di-lakukan secara tiba-tiba, namun sebelumnya gelagat para
peru-suh telah tercium oleh kedua war-ga masyarakat Ulath dan Ouw yang
setiap saat selalu siaga menjaga ketahanan desa dan jemaatnya.

Lebih jauh sumber itu menu-turkan, sebelum penyerangan dilakukan Kamis
kemarin, warga Saparua melihat empat buah speedboat dari arah tanjung
Boi membawa pasukan perusuh dari Ambon menuju Sirisori Islam untuk
memperkuat perusuh yang ada di desa itu.Ternyata deng-an masuknya
empat speedboat itu ke Sirisori Islam, maka pagi harinya mereka
melakukan pe-nye-rangan ke desa Ulath dan Ouw,tuturnya.

Sumber itu mengatakan sebe-lum menyerang desa Ulath dan desa Ouw, para
perusuh melaku-kan pembersihan terhadap sisa beberapa bangunan rumah,
se-kolah dan satu gereja Advent di Sirisori Amalatu.

Beberapa tokoh masyarakat Lease di Ambon yang dihubungi mengutuk
tindakan penyerangan tersebut. Mereka menilai, pe-nguasa darurat sipil
sama sekali impoten dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk melindungi
rakyat. Buktinya, sudah hampir satu bulan, desa-desa Kristen di Saparua
masih terus diserang oleh para perusuh.

Informasi yang diperoleh di Mapolda tadi malam menyebutkan bahwa untuk
sementara waktu korban disemayamkan di Mapolda. Pasalnya, korban
direncanakan akan dikebumikan di Ternate atas permintaan keluarga
korban. Sumber yang sama pun menyebutkan peristiwa naas yang menimpa
korban tersebut terjadi ketika korban bersama anggota pelaton lain-nya,
yang selama ini ditempatkan di Desa Ulath berusaha meng-hadang kelompok
perusuh ber-senjata serba organik yang mencoba merengsek masuk dari
arah Sirisori Islam ke Ulath tepat di daerah perbatasan Sirisori
Islam-Ulath, Kamis siang kemarin. Korban tewas setelah timah pa-nas yang
dimuntahkan dari moncong senjata perusuh mengenai wajah korban bagian
ka-nan dan menembusi otak be-lakang.

 

Begitu pun Polsek Saparua.
(fan/eda)