TIGA NEGERI BASUDARA

 

Herkomst voorouders "Tiga Negeri Basudara"

 

In 1582 is geboren voorouder K.L. Nunusaku. Zijn eerste vrouw is S.M. Nunusaku. Van zijn eerste vrouw heeft hij vier kinderen. De eerste kind is vertrokken naar Buton. De tweede kind naar Buano, de derde kind naar Oma en de vierde kind naar Ullath. Uit de eerste vrouw is de "Pela-relatie" ontstaan tussen de laatste drie kinderen.

 De tweede vrouw is S.H. Nunusaku. Van zijn tweede vrouw heeft hij zeven kinderen. Zoals u hierboven kan zien, zijn de vierde, vijfde en zesde kind vertrokken naar respectievelijk de plaatsen Iha, Tuhaha en Ullath. Uit de tweede vrouw is de "Adik-kakak-relatie"ontstaan.

Degene uit Iha is kakak, uit Tuhaha adik en uit Ullath bungso

 

Bron: Sejarah Singkat Tiga Negeri Basudara

 

Familienamen uit Tuhaha:

Onderstaand een aantal namen uit Tuhaha:

 1. Tanalepy (naam van Bpk. Radja)
 2. Louhenapessy
 3. Sasabone
 4. Tatipikalawan
 5. Sahusilawane
 6. Lessil
 7. Aipassa
 8. Pattipeiluhu
 9. Supusepa
 10. Loupatty
 11. Sahanaya
 12. Lopulissa (ook in Poka wonen veel Lopulissa's)
 13. Teserane
 14. Pollatu

 

Bron: Julianus Loupatty verzonden op 01-03-2001

 

Hier een aantal familienamen uit Itawaka:

 - Syjaranamual;
 - Papilaja (ini dari Pattipalaja=Pattipeilohy; tukar nama);
 - Pasanea;
 - Likumahua;
 - Matakena.

 

Bron: Sergio Risamasu verzonden op 03-04-2001

 

- Sakalessy
 - Manuputty
 - Sopacua
 - Tuapattinaja

 Mungkin nama2 ini bisah ditambahkan di site-nya Leilisal Beinusa Beilohy Amalatu.

 

 Bron: Raoul M. Matulessy verzonden op 11-02-2002

 

Overige reakties Mat Tuharea-Tahapary (21-9-2003)
 


 

 

 

 

 

09-11-2013

Liputan6.com

 

 

Serunya Tradisi Berebut Tiang Antar 2 Desa di Maluku

 

Ratusan warga Desa Buano, Pulau Seram mendatangi Desa Ulath, Pulau Saparua, Maluku Tengah dengan menggunakan berbagai kapal. Kedatangan mereka pun mendapatkan sambutan dari warga Desa Ulath dari Teluk Pulau Saparua.

 

Warga kemudian berkumpul di tepi pantai desa, dan membawa kayu tiang pamali atau kayu tiang induk untuk renovasi gedung gereja Syalom di Desa Ulath.

 

Tiang pamali yang panjangnya 5 meter itu, kemudian dipikul warga Desa Buano sejauh 2 kilo meter menuju Desa Ulath. Lalu warga pun histeris dan berebut untuk memikul kayu yang dibungkus dengan kain warna merah dan putih ini.

 

Dalam tradisi adat Buano, warga merasa terhormat bisa memikul tiang pamali untuk pembangunan gedung gereja, lantaran tidak semua generasi Buano bisa menyaksikan tradisi ini. Karena hanya dilakukan puluhan tahun sekali.

 

Seperti yang ditangkan Liputan 6 Pagi SCTV, terlihat sepanjang jalan menuju Desa Ulatt, warga dihibur musik tradisional desa itu, yakni dengan lagu gandong yang merupakan lagu persaudaraan warga Maluku.

 

Setelah tiba, tiang pamali ini kemudian diserahkan warga Desa Buano kepada Majelis Jamaat Gereja Syalom Desa Ulath. Karena memang prosesi ini menjadi ciri khas warga.

 

Isak tangis haru warga jelas mewarnai prosesi penyerahan tiang pamali.

 

Tradisi ini sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu, meski antar warga berbeda. (Dji/Tnt)

 

source: http://news.liputan6.com/read/741522/video-serunya-tradisi-berebut-tiang-antar-2-desa-di-maluku

 


Commentaar schrijven

Commentaren: 0